Translate

Minggu, 07 Juli 2013

Jawaban Question Teori Akuntansi Craig Deegan dan Jeffrey Unerman (2006)

CHAPTER 1

1. Berikut perbedaan antara teori akuntansi positif dan teori akuntansi normatif:

Teori positif merupakan gabungan anatar deduktif (penjelasan) dan induktif (pengujian) yang berguna untuk memprediksi sesuatu hal. Tujuannya teori akuntansi positif adalah memberikan penjelasan dan prediksi terhadap praktek akuntansi yang diambil oleh manajemen sebagai keputusan. Teori tersebut adalah teori yang didasarkan pada observasi empiris dan praktik akuntansi yang benar.

Teori akuntansi normatif adalah teori yang didasarkan pada logika dan asumsi. Teori ini lebih bersifat preskripsi dan memaparkan apa yang seharusnya dilakukan. Dasar pemikiran teori ini adalah deduktif. Teori ini digunakan untuk mempreskripsikan atau mewajibkan. Teori yang ada lalu melalui regulasi diwajibkan karena dianggap ini yang terbaik dan harus dijalankan. Teori ini dibagi menjadi dua bagian yaitu true income dan decision usefulness. Beberapa contoh dari teori akuntansi normatif adalah teori agency, decision usefulness, conceptual framework, decision theory, portofolio theory, dll

2. Alasan ketidaktepatan untuk menolak teori akuntansi normatif adalah:

Teori positif yang dapat dibuktikan secara empiris belum tentu menjadi suatu teori yang tepat untuk diterima. Buktinya yaitu teori positif mengasumsikan bahwa pasar modal efisien berlandaskan kepentingan pribadi dan untuk mencapai kesejahteraan. Asumsi tersebut merupakan salah satu asumsi yang dapat dikatakan sesuai dengan logika dan dapat dibuktikan secara empiris. Namun asumsi yang empiris tersebut berlawanan dengan fakta bahwa keadaan pasar modal tidaklah efisien dan tidak disetujuinya kepentingan pribadi masuk ke dalamnya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa teori empiris belum sepenuhnya menjadi teori yang selalu tepat. Untuk itu kita tidak boleh menolak teori akuntansi normatif yang berbasis preskripsi. Teori yang berbasis preskripsi ini memungkinkan menjadi suatu teori yang tepat untuk diterima karena pada dasarnya dalam preskripsi suatu teori didalamnya juga terkandung unsur empiris yang tidak dapat dibuktikan secara langsung namun tetap dapat berdampak.

3. Apakah mempelajari teori akuntansi menghabiskan waktu? Tentu tidak, alasannya:

TA mampu mempertahankan reputasi akuntansi disaat praktik akuntansi berada pada jalan yang tidak tepat. Dengan mempelajari teori akuntansi tersebut maka suatu judgement atas pemakaian suatu praktik akuntansi dapat dilakukan dengan baik, dengan demikian apa yang kita lakukan melalui praktik akuntansi akan memiliki tujuan dan batasan yang jelas dengan mengikuti salah satu teorinya. Teori akuntansi bermanfaat untuk menyediakan sebuah kerangka kerja yang koheren dan sistematis dalam investigasi, memahami, dan mengembangkan serta evaluasi berbagai macam praktik akuntansi. Untuk dapat mendukung praktik akuntansi menjadi suatu ilmu maka diperlukannya untuk mempelajari teori akuntansi. Tanpa memahami teori akuntansi maka akan terjadi hal-hal seperti: kesulitan mengevaluasi praktik akuntansi, mengembangkan peningkatan praktik akuntansi yang tidak sesuai dengan situasi perubahan, praktik akuntansi hanyalah suatu seni.

4. Penelitian akuntansi berdasarkan observasi dan dokumentasi perilaku dari praktik akuntan bermanfaat untuk meningkatkan praktik akuntansi keuangan.

Ya, penelitian yang mendeskripsikan apa yang seharusnya saat ini dilakukan bermanfaat untuk keseluruhan proses praktik akuntansi keuangan. Sebuah penelitian berdasarkan observasi dan dokumentasi perilaku dari praktik akuntan dikatakan bermanfaat bila metode penelitiannya terfokuskan pada keadaan yang tetap pada suatu keadaan tertentu.

5. Akuntansi yang dikerjakan oleh akuntan dihubungkan dengan akuntansi Darwinisme:

Akuntansi yang didasarkan pada apa yang dikerjakan akuntan dapat dikatakan sebagai teori yang paling cocok. Namun fakta mengenai apa yang dikerjakan akuntan mengatakan bahwa teori tersebut tidaklah yang paling baik dan paling efisien untuk dilakukan. Teori ini memang akan menjadi teori yang tidak kontroversial dan tidak bertentangan dengan profesi akuntansi namun mendasarkan teori kepada apa yang dilakukan oleh akuntan bukan merupakan penelitian yang sesuai dengan logika bersama.

6. Alasan perbedaan radikal cukup dengan menghentikan pembuat regulasi yang adalah sebuah pendekatan akuntansi khusus yaitu

Pembuat regulasi memiliki kecenderungan berfokus pada prosedur akuntansi yang seharusnya tanpa melihat praktik yang terjadi. Dalam perbedaan yang radikal, sebenarnya pembuat regulasi harus mempertimbangkan praktik yang sedang terjadi namun menurut regulasi praktek akuntansi tetap harus mengikuti regulasi dari praktik yang telah ditetapkan.

7. Netral tidak memiliki implikasi dan representational faithfulness memiliki implikasi atas pelaporan umum menurut standar akuntansi karena berikut:

Netral berarti pelaporan menurut standar akuntansi tanpa keadaan dukungan dari para pendukung dalam pengambilan kebijakan mengenai pendekatan akuntansi khusus. Ketika dukungan para pendukung dimasukkan didalamnya maka aka ada kecenderungan untuk memasukkan unsur-unsur pribadi yang menyebabkan ketidaknetralan. Sedangkan representasi faithfulness tercipta pada pelaporan umum menurut standar akuntansi berdasarkan dukungan dari para pendukung yang memiliki kecenderungan untuk menyuarakan kepentingan pribadi tetapi justru akan membawa pelaporan umum ke dalam kondisi yang sesuai dengan fakta.

8. Pernyataan Watts and Zimmerman tidak merepresentasikan kegagalan atas kewajiban akademik untuk menyajikan komunitas yang mendukung mereka karena menurut keduanya praktik dari pemilihan metode memang tidak disarankan. Tetapi pada keadaan khusus, hal ini harus dilakukan sehingga menjadi subjek kritikan tersendiri bagi akuntansi positif.

9. Ada dua cabang dari teori decision usefulness diantaranya yaitu:

Decision-makers emphasis: penelitian yang bertanya kepada pengguna mengenai informasi apa yang mereka butuhkan barulah dirancang. Paham ini digunakan untuk mempreskripsi informasi yang seharusnya ditawarkan kepada pengguna laporan keuangan dimana memiliki kencederungan untuk tidak bergabung secara sehat sebagai pembelajaran yang berbeda.

Decision-models emphasis: model guna pembuatan keputusan yang efisien pada situasi yang tidak pasti. Paham ini mengasumsikan pemilik memiliki informasi identitas yang banyak diperlukan. Paham ini terfokus pada informasi yang bermanfaat untuk memprediksi peran akuntansi dalam membuat keyakinan awal untuk dapat jadi pengambilan keputusan

10. Yang dimaksud perspektif revolutionare dari kemajuan pengetahuan oleh Kuhn (1962):

Pengetahuan revolusi ketika suatu teori digantikan oleh teori yang lain sebagai serangan kredibilitas paradigma saat ini yang mana juga menjadi sebuah alternatif lanjutan dari para peneliti khusus yang berpotensi membawa paradigma saat ini ke dalam kondisi krisis.

Perspektif ini menjelaskan pengembangan dalam kemajuan dari teori akuntansi namun tetap belum ada teori akuntansi yang pernah berhasil dalam menjatuhkan keseluruhan dari berbagai alternatif yang ada.

11. Penelitian akuntansi dapat menjadi tidak bernilai bebas karena.

Semua penelitian akuntansi memiliki nilai masing-masing dan tidak netral secara social. Selain itu pengaruh preferensi dari peneliti dan pengguna terhadap prosesnya juga menyebabkan penelitian akuntansi dapat menjadi tidak menjadi bernilai bebas lagi.

12. Faktor yang dipertimbangkan sebelum membuat jugdement yang menghasilkan teori:

Yang harus diperhatikan adalah ada tidaknya fenomena/isu-isu yang berupa argumen yang mendukung teori yang dihasilkan tersebut. Argumen harus logis dan masuk akal dalam konteks asumsi utama yang diajukan. Jika memungkinkan argumen/teori seharusnya dijabarkan ke dalam premis guna melihat kelogisan dari argumen untuk judgement

13. Jika mencoba untuk meyakinan orang lain untuk mendukung teori mengenai sebuah bagian khusus akuntansi keuangan, penggunaan bahasa yang emotive dan colorful harus sesuai dengan kondisi karena kita harus mempertimbangkan saat kita berada pada posisi dimana penulis dimana argumen diterima jika itu menggunakan bahasa netral sehingga penggunaan bahasa yang emotive dan colorful perlu dihindari.

14. Teori adalah keabstrakan dari realitas. Arti dari pernyataan tersebut adalah:

Kita tidak dapat berekspektasi bahwa teori-teori khusus mengenai perilaku manusia dapat diaplikasikan selamanya. Masyarakat memiliki kondisi yang berbeda dan berekspetasi bahwa teori atau model dari perilaku manusia memiliki kesempurnaan atas kemampuan prediksi masing-masing. Sehingga lebih baik jika kita mempertimbangkan beberapa teori dengan berbagai perspektif yang tersedia untuk mendeskripsikan sebuah fenomena khusus.

15. Pernyataan insignificant and useless pada teori akuntansi positif berdasarkan pada pembelajaran penelitian khusus yang menghasilkan kegagalan turunan untuk mendukung hipotesis dan teori terkait memang tidak perlu ditolak.

Kesalahan untuk mendukung teori memang menjadi suatu yang wajar untuk data yang dikumpulkan secara tidak tepat atau karena data tidak dilengkapi dengan koresponden yang disyaratkan. Spekulasi untuk menerima teori tersebut dimungkinkan karena terdapat fakta yang menyatakan terdapat teori yang menyesatkan untuk aktivitas manusia tetapi dapat selalu menjadi pedoman berperilaku dan bertindak.

16. Pertimbangan yang dibutuhkan sebelum menyetujui hasil penelitian untuk digeneralisasi kepada semua perusahaan yaitu mengetahui metode apa yang dipakai untuk mengasumsikan fenomena yang sedang dipelajari, metode tersebut harus dapat dipastikan sejalan dengan situasi yang ada, bagaimana data yang digunakan sebagai dasar melakukan generalisasi, melihat apakah sudah benar dalam pengembangan argumen dan pengujiannya.

CHAPTER 2

1. Pengguna pelaporan keuangan seharusnya memiliki pengetahuan mengenai berbagai standar akuntansi yang digunakan dalam pelaporan karena.

Tanpa mereka mengetahui mengenai berbagai standar akuntansi yang digunakan maka mereka akan sulit untuk menginterpretasikan apa yang sebenarnya ingin dideskripsikan dalam pelaporan keuangan perusahaan. Akhirnya jika mereka tidak memahami standar akuntansi maka sangat mungkin pengambilan keputusan mereka menjadi keliru atau tidak sesuai asumsi

2. Benarkah media mendeskripsikan angka-angka akuntansi seperti laba menjadi sesuatu yang sulit dan menjadi tujuan indikator kinerja perusahaan.

Ya benar, banyak pembaca laporan keuangan mengira angka-angka akuntansi seperti laba menjadi sesuatu yang sulit dan menjadi tujuan indikator kinerja. Ini dikarenakan karena pengguna tidak memahami beberapa deskripsi dari akuntansi. Mereka terlalu berkeyakinan bahwa mereka memahami betul arti dari laba dan aset bersih yang terdapat dalam laporan keuangan. Padahal isi laporan keuangan tersebut bergantung pada pihak-pihak yang menggabungkan pelaporan akuntansi, pengukuran laba, dan asset bersih yang mana metode berbeda akan dapat menghasilkan hasil yang berbeda pula.

3. Beberapa argumen yang mendukung praktik regulasi dari akuntansi keuangan adalah:

a. Informasi pasar dapat menjadi tidak efisien tanpa regulasi karena informasi yang suboptimal yang akan diproduksi.

b. Saat pendukung pendekatan pasar bebas memperdebatkan mengenai pasar modal rata-rata efisien, beberapa diantara telah kehilangan investasinya sebagai hasil dari kepercayaan kepada pengungkapan tanpa regulasi.

c. Permintaan informasi sering menjadi hak bagi kekuatan berlebih atas sumberdaya yang langka sehingga butuh regulasi

d. Investor membutuhkan perlindungan dari kecurangan organisasi yang memproduksi informasi yang menyesatkan dikarenakan adanya asimetri informasi

e. Regulasi memimpin untuk keseragaman metode yang diadopsi oleh berbagai entitas guna meningkatkan daya banding.

4. Beberapa argumen yang mendukung eliminasi praktik regulasi dari akuntansi keuangan.

a. Informasi akuntansi seperti barang dan masyarakat harus disiapkan untuk membayar atas ini untuk memperpanjang masa kegunaannya.

b. Pasar modal membutuhkan informasi dan beberapa organisasi yang gagal menyajikan informasi akan diberi sanksi oleh pasar dengan sendirinya

c. Regulasi akan membawa kepada kelebihan penawaran atas informasi sehingga pengguna akan cenderung berlebihan dalam membutuhkan informasi.

d. Regulasi memungkinkan pelarangan untuk metode akuntansi yang mungkin digunakan

5. Asumsi Stigler mengenai penolakan teori kepentingan pribadi dapat diterima jika:

Muncul isu mengenai siapa yang seharusnya bertanggungjawab untuk regulasi. Profesi akuntansi seringkali dikatakan memiliki kemampuan terbaik untuk mengembangkan standar akuntansi karena memiliki pemahaman mengenai pengetahuan akuntansi yang diatas rata-rata dan memiliki kemungkinan besar untuk menerapkan peraturan dan regulasi yang sesuai dalam komunitas bisnis. Namun perlu disadari juga bahwa masih ada pemerintah yang memiliki kekuatan yang besar dalam mewajibkan entitas untuk mengikuti peraturannya.

6. Perspektif mengenai pengembangan pelaporan menurut standar akuntansi tidak dapat mempertimbangkan kenetralan akibat dipertimbangkannya konsekuensi ekonomi dan sosial, Saya tidak setuju karena saat ini kita telah memasuki era dimana konsekuensi ekonomi dan sosial tidak dapat lagi dilupakan sebagai isu subtantif dalam pengaturan standar akuntansi. Akan besar dampaknya terhadap standar akuntansi jika kedua konsekuensi tersebut tidak dipertimbangkan. Memasukkan kedua pertimbangan tersebut dalam pengembangan standar akuntansi akan menjadikan standar akuntansi netral dan tidak bias karena telah mengangkat realitas yang ada tanpa menguntungkan pihak-pihak tertentu dimana konsekuensi ekonomi dan sosial sepenuhnya bergantung pada pasar. Pertimbangan kedua konsekuensi ini dalam standar akuntansi telah konsisten dengan atribut kualitatif dalam proyek kerangka konseptual

7. Pernyataan Hines mengenai ketertarikan akan profesi akuntansi untuk penyebarluasan public terhadap pandangan informasi digeneralisasi secara objektif. Saya pikir itu adalah kasus karena akuntan dapat menciptakan realitas yang berbeda bergantung pada pertimbangan khusus yang diambilnya, keberadaan dari standar akuntansi, perspektif mereka dan lain halnya tetapi mereka memang benar berusaha seobjektif mungkin.

8. Evaluasi atas pernyataan American Accounting Association yang dikutip kembali oleh Solomons mengenai kebijakan akuntansi yang tidak dapat dijadikan netral adalah.

Memang benar, kebijakan akuntansi tidak dapat menjadi netral. Hal ini dikarenakan dalam setiap pengambilan kebijakan pasti ada proses politik dimana proses itu merepresentasikan adanya hubungan timbal balik antara kepentingan individu, konsekuensi, dan pembuat kebijakan. Seharusnya pembuat kebijakan itu sendiri harus berada pada posisi yang independen. Pertimbangan-pertimbangan tersebut harusnya hanya difungsikan sebagai saran saja dan tidak menjadi acuan pengambilan kebijakan akuntansi.

9. Meskipun itu sulit untuk dikritisi sebagai proses yang secara potensial dianggap berdampak, pada waktu yang sama itu sulit untuk diterima bahwa standar akuntansi adalah netral dan tidak bias.

Evaluasi dari perrnyataan tersebut adalah meyakini bahwa standar akuntansi telah netral dan tidak bias adalah tidak mudah dan gampang karena secara realita memang standar akuntansi yang dibuat telah diintervensi oleh berbagai hal yang dapat membuatnya bias. Proses politik telah menjadi bagian dari proses sehingga sangat tidak mungkin proses pembuatan standar terbebas dari ketidaknetralan seutuhnya.

10. Hines memberikan pandangan bahwa praktik akuntansi keuangan merupakan hasil implikasi dari konstruksi dan reproduksi dari dunia sosial.

Yang dimaksud Hines adalah praktik akuntansi dengan menekankan ukuran keberhasilan perusahaan yang dinilai dari profit yang diterima. Gaji menurut profit bisa menyebabkan karyawan bekerja lebih giat meskipun sebenarnya mereka tidak mendukung yang mana akhirnya kinerja perusahaan akan lebih baik. Saya setuju dengan pendapat Hines karena memang praktik akuntansi sangat dipengaruhi oleh keadaan di sekitar lingkungan sosial. Pengguna dan pembuat informasi itu adalah sosial sehingga akan sangat tidak mungkin lingkungan sosial tidak mempengaruhi praktik dalam akuntansi

11. Mengapa akuntan dapat dikatakan sebagai individu yang memiliki kekuatan penuh?

Akuntan ditafsirkan sebagai individu yang memiliki kekuatan penuh dikarenakan oleh:

Akuntan adalah pelaksana proses akuntansi yang mana hasilnya berupa laporan keuangan akan banyak mempengaruhi keputusan yang diambil perusahaan. Akuntan dapat melegitimasi sebuah perusahaan meskipun perusahaan tersebut tidak layak untuk dilegitimasi. Akuntan dapat memberikan gambaran umum mengenai kondisi perusahaan meskipun secara subjektif dalam artian penggunaan professional judgementnya.

CHAPTER 3

1. Beberapa pihak ada yang menolak adanya regulasi karena dianggap berlebihan dan harus dikurangi.

a. Argumen yang menolak adanya regulasi di dasarkan oleh beberapa hal yaitu:

ü Informasi akuntansi adalah barang publik yang bebas bagi siapapun dan tidak perlu adanya regulasi yang membatasi.

ü Produksi informasi bersifat sukarela dan bergantung dengan kebutuhan.

ü Informasi akuntansi berdasarkan kekuatan supply dan demand yang ada di pasar, yang akan mempengaruhi pada jumlah informasi yang diungkapkan.

ü Manajer menjalankan perusahaan berdasarkan keuntungan pribadinya, tidak berdasarkan peningkatan nilai perusahaan, sehingga manajer akan lebih bertindak oportunistik.

b. Kita dapat mendasari argumen-argumen yang menolak regulasi dengan berdasarkan pada logika bahwa manajemen akan membutuhkan pihak eksternal dalam kegiatan operasinya. Dan pihak-pihak eksternal ini tentu akan membutuhkan informasi mengenai keuangan perusahaan sebelum mereka mengambil keputusan. Untuk itu dapat dilogikakan bahwa manajemen pasti akan mengungkapkan informasi dengan sukarela meskipun tanpa ada regulasi karena dia butuh dana dari pihak ketiga yang butuh informasi keuangan perusahaan.

2. What is the basis of lemons argument?

Pendapat lemon ini dikembangkan berdasarkan hasil penelitian oleh Akerlof pada 1970, yang mana diungkapkan bahwa perusahaan yang tidak melakukan pengungkapan atas informasi keuangannya dianggap sama saja dengan mengungkapkan informasi buruk, meskipun sebenarnya informasi yang dimiliki bukanlah informasi yang buruk. Tapi karena dalam pandangan lemon diasumsikan demikian, maka perusahaan akan memperoleh image buruk ketika ia tidak melakukan pengungkapan atas informasi keuangannya.

3. What is meant by saying that financial accounting information is a public good?

Maksud dari informasi akuntansi dianggap merupakan barang umum adalah laporan keuangan dapat digunakan secara luas oleh siapapun tanpa ada syarat atau batasan siapa penggunanya. Selain itu dikatakan barang public karena bagi siapapun yang menggunakan informasi keuangan, ia tidak akan merugikan pihak lain. Artinya informasi itu tidak akan berkurang isinya sedikitpun ketika digunakan oleh siapapun.

4. Is regulation more likely to be required in respect of public goods than other goods?

Memang benar bahwa barang publik seharusnya tetap memiliki aturan yang membatasi dan meregulasi. Hal ini karena informasi keuangan akan digunakan oleh semua pihak untuk pengambilan keputusan dan karenanya pula informasi yang diungkapkan harus berdasarkan standar agar semua informasi dapat disampaikan dengan isi dan kualitas yang sama.

5. Why would accounting standards overload occur?

Overload tersebut terjadi ketika standar akuntansi dihasilkan dari pertemuan yang diselenggarakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan yang merubah kepastian atas standar akuntansi yang sudah ditetapkan sehingga menimbulkan biaya baru untuk perusahaan dalam kaitan untuk memenuhi persyaratan regulasi dari standar baru tersebut.

6. Bisakah intervensi peraturan dijelaskan pada keadilan atau alasan ekuitas? Jika demikian, apa dasar dari argumen ini?

Intervensi dalam peraturan adalah alasan untuk mencapai keadilan baik untuk publik, regulator dan pihak tertentu. Intervensi juga berkaitan dengan alasan ekonomis yaitu ekuitas untuk kepentingan perusahaan. Regulator harus bersikap objektif dan bersikap adil ke semua pihak yang memiliki kepentingan tersebut. Dasar argumen ini adalah pendapat Adam Smith yang mengungkapkan bahwa adanya regulasi tidak bisa dilepaskan dari intervensi untuk mencapai suatu keadilan bersama bagi pihak berkepentingan.

7. It should also be noted that the nature and degree of the effect of disclosure requirements (and other aspects of security regulation) on public confidence in the financial markets is unknown. Investor who have never read a prospectus or even thumbed through a 10-K report may have a great deal more confidence in the capital market because the SEC and its regulations are an integral aspect of the financial system. The salutary effect such enhancement of the perceived integrity and credibility of the investment process is to reduce the cost of capital for all firms, and the magnitude of this effect may be quite significant.

Evaluasi atas bacaan ini adalah luas tingkat pengungkapan sesungguhnya tidak menjamin bahwa investor memiliki kepercayaan diri yang kuat dalam mengambil keputusan. Peraturan SEC tersebut seakan-akan hanyalah sebagai aspek pendukung dan pelengkap sistem akuntansi. Rasa percaya diri seorang investor untuk membuat keputusan tidak hanya didasarkan atas informasi keuangan yang diterima, tetapi juga harus mempertimbangkan hal-hal yang lain di luar aspek fundamental. Manajemen perusahaan jika mampu mengungkapkan informasi sesuai dengan regulasi yang ada maka dapat menambah nilai perusahaan untuk bersaing dan meningkatkan integritas dan kredibilitas manajemen yang mana akhirnya asimetri informasi dapat teratasi.

8. Private contranctual incentives will asisst in ensuring that event in the absence of regulation, organizations will provide such information as is demanded by its resprective stakeholders. Evaluate this argument!

Kontrak insentif antara manajer dan investor akan dengan sendirinya membuat pengungkapan informasi dapat terjadi tanpa harus adanya regulasi. Kontrak tersebut akan memberikan intensif untuk manajer berdasarkan luasnya pengungkapan yang dilakukan oleh manajer. Apabila keinginan para stakeholders terpenuhi maka manajer akan memperoleh insentif dari stakeholders sesuai kesepakatan dalam kontrak akhirnya manajer akan menjadi lebih bersifat terbuka dalam pelaporan tanpa harus ada regulasi yang mengatur.

9. Why would the managerial labour market motivate the manager to voluntarity provide information to outside parties?

Manajer dengan orientasi pasar tenaga kerja tentu akan termotivasi untuk menyajikan dan mengungkapkan secara sukarela informasi keuangan perusahaannya. Karena dengan ia mengungkap informasi keuangan secara sukarela, ia akan dapat mempertahankan kedudukannya dan pekerjaan bawahannya pula. Sehingga pengungkapan yang sukarela ini dapat menekan manajer dengan sendirinya untuk melaporkan kinerja perusahaan demi profesinya dalam pasar tenaga kerja.

10. Berdasarkan cerita Macquarie bank executive, teori yang mendasari adanya aturan hukum yang melarang adanya insider trading adalah teori kepentingan ekonomi. Hannes yang memiliki pandangan dengan pendekatan pasar bebas, tentu menganggap bahwa transaksi yang dilakukan oleh Hannes merupakan hasil dari pasar modal dan itu merupakan suatu kebebasan bagi siapapun sepanjang tidak merugikan siapapun. Namun peristiwa ini akan memicu pergolakan sehingga aturan hukum sangat diperlukan sebagai pembatas agar kebebasan dapat dipertanggungjawabkan atas tindakan yang ada.

11. Asumsi dasar yang merupakan motivasi dari regulator dalam membuat regulasi sesuai dengan teorinya yaitu:

a. Jika The Public Interest Theory maka regulator memiliki asumsi dan motivasi bahwa regulasi yang disusunnya adalah inisiatif dari publik sehingga ia harus membuat regulasi yang bertujuan untuk melindungi kepentingan publik.

b. Jika Capture Theory maka regulator pada awalnya berasumsi dan termotivasi untuk membuat regulasi untuk kepentingan publik, tetapi pihak-pihak lain yang juga memiliki kepentingan berusaha untuk mengambilalih dan mempengaruhi regulator, sehingga asumsi regulator akan berubah menjadi membuat regulasi untuk kepentingan publik dan juga kepentingan pihak-pihak tertentu tersebut.

c. Jika Economic Interest Theory maka regulator membuat regulasi dengan asumsi bahwa regulasi ini merupakan kebutuhan dan kepentingan bagi kelompok tertentu dan tidak ada kepentingan untuk public sama sekali.

12. Is it realistic to assume, in accordance with public interest theory, that regulators will not be driven by their own self-interest when designing regulations?

Dalam kaitannya dengan public interest theory maka cukup realistis jika dikatakan bahwa regulator sebagai pembuat regulasi yang lebih mementingkan kepentingan umum daripada kepentingan dirinya sendiri. Karena public disini diharapkan pihak yang independen. Di dalam teori tersebut regulator hanya dipakai sebagai alat pembentuk regulasi oleh pihak publik dimana nantinya keuntungan juga akan diterima oleh publik.

13. Is it in the public interest for regulators to be driven by their own self-interest?

Dalam public interest regulator bekerja dalam menyusun regulasi atas kepentingan dan kemauan publik dan akan ditujukan kepada publik, bukan untuk kepentingan regulator sendiri maupun kepentingan kelompok lain. Ingat kembali bahwa tujuan regluasi dalam teori ini adalah untuk kepentingan bersama bukan individu sepeti capture dan economic.

14. Identify and evaluate the key negative economic and social consequencies which might potentially arise from accounting standard with which you are familiar.

Dampak sosial ekonomi negatif yang berpotensi timbul dari standar akuntansi adalah ketika adanya perubahan standar akuntansi maka dapat mempengaruhi perubahan nilai aset yang dilaporkan, selain itu biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan akan semakin meningkat dalam proses adopsi standar yang baru. Selain itu prinsip-prinsip dalam standar yang baru terkadang bertentangan dengan prinsip atau nilai budaya di suatu negara.

15. Berdasarkan teori interst ekonomi regulasi, Faktor yang dapat menentukan bahwa kepentingan kelompok akan mampu berada diatas kepentingan publik yaitu

- Adanya faktor kekuasaan yang dimiliki oleh kelompok dalam mengatur dan menekan regulator agar mau menuruti kemauannya dalam menyusun standar.

- Adanya faktor tidak independen yang dimiliki oleh regulator, yang dimana mental regulator sangat rendah dalam mengendalikan kewenangannya sehingga kelompok-kelompok yang memiliki kepentingan bisa melakukan intervensi.

- Adanya faktor ketidakpedulian yang dimiliki oleh masyarakat atau publik sehingga ia tidak menginisiasi dan mengawasi jalannya proses penyusunan regulasi.

- Adanya faktor untuk mempertahankan kekuasaan dan mencari keuntungan diantara regulator dan inisiator.

16. What do we mean when we say that financial accounting standards are the outcome of a political process? Why is the process political?

Proses penyusunan standar akuntansi keuangan merupakan proses poltik yang panjang dan harus memenuhi kebutuhan semua pihak hingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan. Untuk mencapai kesepakatan perlu proses politik antara pihak yang memiliki kepentingan maupun pihak regulator agar keputusan dalam penyusunan standar ini dapat tercapai. Proses politik ini meliputi pemberian masukan dan komentar oleh pihak-pihak yang berkepentingan dalam standar akuntansi, pendapat yang bisa menentang dan merubah pandangan awal, dan juga berkaitan dengan bagaimana pendistribusian kesejahteraan setelah implementasi standar akuntansi bagi masyarakat itu sendiri.

17. Apakah fakta bahwa dewan standar akuntansi mempertimbangkan konsekuensi ekonomi dan sosial dari standar akuntansi yang konsisten dengan pandangan bahwa laporan akuntansi jika disusun sesuai dengan standar akuntansi dan prinsip akuntansi yang berlaku umum lainnya akan bersikap netral dan objektif?

Fakta tersebut dapat terjadi bilamana kondisi dan situasi pembuatan regulasi adalah netral dan objektif. Ketika pembuatan regulasi memiliki asumsi bahwa regulasi yang dibuatnya merupakan pemikiran para regulator dengan bersikap independen namun dalam proses mencapai kesepakatan tersebut terjadi intervensi-intervensi maupun masukan dan kritik dari pihak-pihak lain yang dapat merubah asumsi awal para regulator menjadi tidak independen maka regulasi yang dihasilkan akan menjadi tidak netral dn tidak objektif lagi. Sehingga kondisi dan situasi juga menjadi perhatian diluar faktor individu dewan standard.

18. Jika dewan standar menganggap bahwa standar akuntansi tertentu akan berdampak negatif pada beberapa pembuatan laporan keuangan, bagaimana menurutmu yang harus dilakukan?

Menurut saya, dewan standar dapat melakukan review ulang atas standar yang ada dan melakukan uji kembali standar tersebut kepada kerangka kerja konseptual akuntansi yang betujuan umum sehingga standar yang telah ada menjadi sesuai kembali dengan prinsip dan asumsi dasar kerangka kerja konseptual. Akhirnya standar tidak akan berdampak negatif pada proses pembuatan pelaporan keuangan.

CHAPTER 4
1. In the context of financial accounting, what is harmonization and standarization?

Harmonisasi adalah proses meningkatkan komparabilitas dan kesesuaian praktik akuntansi dengan menentukan batasan-batasan seberapa besar keragaman dalam praktik-praktik akuntansi tersebut. Bisa juga didefinisikan sebagai upaya untuk menyeragamkan standar akuntansi tetapi tetap disesuaikan dengan kondisi lokal dan bersifat lebih fleksibel. Standardisasi adalah proses yang dilakukan untuk menyamakan semua praktik akuntansi yang ada di dunia dengan mengabaikan segala kondisi lokal, atau disebut juga sebagai satu set peraturan yang harus ditaati oleh semua pengguna dan bersifat kaku, memaksa serta sangat sempit cakupannya.

2. Identify some factors that might be expected to explain why different countries use different system of accounting?

Terdapat beberapa faktor yang menjelaskan perbedaan akuntansi di berbagai negara, hal tersebut diantaranya yaitu Sifat Kepemilikan Bisnis dan Sistem Keuangan, Warisan Kolonial, Infasi, Perpajakan, Tingkat Pendidikan, Umur dan jumlah profesi akuntansi, Perkembangan tingkat ekonomi, Sistem Hukum/Sistem yang Legal, Budaya, Sejarah, Geografi, Bahasa, Pengaruh Teori, Sistem Politik, Keadaan Sosial, Agama, Accidents

3. After considering the Hofstede-Gray model, briefly explain the hypothesized link between society values, accounting values and accounting practice.

a. H1: Semakin tinggi tingkat Individualisme dan semakin rendah tingkat Penghindaran Ketidakpastian & Power Distance dalam suatu negara , maka akan semakin tinggi tingkat Profesionalisme pada negara tersebut yang akan mempengaruhi dalam pelaksanaan tugas dan tanggungjawab sesuai dengan wewenangnya..

b. H2: Semakin tinggi tingkat Penghindaran Ketidakpastian & Power Distance dan semakin rendah tingkat Individualisme dalam suatu negara, maka akan semakin tinggi tingkat Uniformity (keseragaman) pada negara tersebut yang akan mempengaruhi dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawab yang sesuai dengan wewenangnya.

c. H3: Semakin tinggi tingkat Uncertainty Avoidance dan rendahnya tingkat Indiviualisme & Maskulinity dalam suatu negara, maka akan semakin tinggi tingkat Conservatism pada negara tersebut yang juga akan mempengaruhi tingkat pengungkapan dan metode dalam pengukuran yang digunakan.

d. H4: Semakin tinggi tingkat Uncertainty Avoidance & Power Distance dan rendahnya tingkat Individualism & Maskulinity pada suatu negara, maka akan semakin tinggi tingkat Secrecy pada negara tersebut yang juga akan mempengaruhi tingkat pengungkapan dan metode dalam pengukuran yang digunakan.

4. Setiap upaya menuju standardisasi praktik akuntansi secara internasional menyiratkan keyakinan bahwa pendekatan satu ukuran cocok untuk semua adalah tepat.

Menurut saya pertanyaan tersebut tidak tepat. Dalam bab 4 ini kita telah mempelajari sejumlah alasan mengapa sebenarnya standardisasi yang berusaha menerapkan satu ukuran untuk semua praktik akuntansi adalah tidak seharusnya dipaksakan. Standardisasi mengasumsikan bahwa semua jenis keputusan praktik akuntansi yang dibuat oleh orang-orang di semua negara adalah sama dan oleh karena itu diasumsikan pula bahwa kebutuhan informasi mereka juga sama. Standardisasi tidak mempertimbangkan berbagai faktor seperti perbedaan budaya, kepemilikan usaha, sistem pembiayaan, agama yang akan berdampak pada tuntutan informasi yang berbeda dari orang-orang dalam masyarakat tertentu sehingga sangat naïf jika standardisasi diartikan sebagai pendekatan satu ukuran cocok untuk semua.

5. Meskipun sering dikatakan bahwa dalam negara-negara tertentu harus ada hubungan antara berbagai sistem nilai dan sistem akuntansi, diargumentasikan juga misalnya oleh Baydoun dan Willett bahwa dari waktu ke waktu banyak peristiwa yang biasanya akan terjadi yang mencampuradukkan hal tersebut yang diharapkan berhubungan.

Jenis peristiwa yang mencampuradukkan hubungan tersebut adalah perang dunia dengan segala penjajahan dan kolonisasiannya. Pada halaman 98 bab ini dijelaskan bahwa peristiwa perang dunia I telah membawa pengaruh terhadap praktik pelaporan keuangan di Lebanon. Pemerintahan Prancis meminta pihak Lebanon (yang adalah negara koloni Prancis) untuk mengikuti French United Accounting System. Tujuannya adalah agar hubungan perdagangan tetap kuat diantara 2 negara tersebut. Jenis peristiwa perang tersebut telah mencampuradukan hubungan sistem nilai (power distance, individualism, uncertainty avoidance, masculinity) terhadap sistem akuntansi (keseragaman, konservatisme, kerahasiaan) dalam praktek pelaporan.

6. Baydoun dan Willett mengidentifikasi sejumlah masalah dalam pengujian teori Hofstede-Gray. Mereka menekankan bahwa banyak sistem akuntansi yang diimpor dari negara lain dengan budaya mungkin berbeda. Ketika mereka menyatakan “Karena gangguan dalam apa yang sebaliknya akan menjadi evolusi alami dari kebutuhan informasi keuangan, tidak ada contoh praktek akuntansi modern yang tidak terkontaminasi di negara-negara berkembang. Akibatnya perhatian besar harus diambil dalam menggunakan data dari negara-negara berkembang untuk menarik kesimpulan tentang relevansi atas dasar kerangka Hofstede-Gray.”

Ya menurut saya yang dijelaskan oleh Baydoun dan Willet ada benarnya, mereka telah menyediakan sebuah sudut pandang bahwa negara-negara berkembang memiliki budaya yang dipengaruhi oleh budaya negara-negara maju. Mengapa? Karena negara berkembang merupakan negara koloni atau bekas jajahan dari negara maju. Sehingga dapat disimpulkan bahwa budaya lokal negara berkembang tidak terlalu mempengaruhi sistem akuntansi mereka karena sebenarnya budaya mereka telah dipengaruhi budaya yang diimpor dari negara lain.

7. Seperti disebutkan dalam bab ini, Hamid, Craig dan Clarke (1993) memberikan argumen bahwa agama dapat memiliki dampak besar pada sistem akuntansi yang dipilih oleh negara-negara tertentu dan bahwa sebelum metode akuntansi Barat yang diekspor ke negara-negara tertentu harus ditentukan apakah keyakinan agama tertentu tersebut akan membuat kebijakan akuntansi Barat tidak relevan.

Penjelasan tentang argumen mereka tersebut adalah memang benar bahwa keyakinan agama yang berbeda mempengaruhi bagaimana seseorang melakukan bisnis sehingga berdampak pula pada sistem akuntansi di suatu negara. Ketika mereka membuat keputusan, mereka membutuhkan informasi yang berbeda ketika keyakinan agama mereka berbeda. Hamid Craig dan Clarke memperlihatkan keyakinan Islam sangat berbeda dengan keyakinan Barat. Mereka menjelaskan bahwa praktik akuntansi Barat tidak relevan dengan agama Islam. Akuntansi menurut Barat dianggap sebagai kewajiban kepada penyedia utang dan modal sedangkan menurut Islam sumber daya tersebut dianggap, diadakan dan dipercaya untuk Tuhan. Dalam agama Islam, gagasan pengembalian bunga juga tidak relevan, pertimbangan terkait nilai sekarang juga tidak berlaku untuk agama seperti agama Islam. Kerangka konseptual yang dikembangkan di Barat membahas tujuan pelaporan keuangan dalam hal membantu pengambilan keputusan ekonomi yang rasional saja sehingga menjadi tidak relevan dengan negara Islam.

Hampir semua agama mengedepankan kepentingan bersama daripada kepentingan individu namun banyak metode akuntansi Barat mencetak nilai-nilai budaya pada dimensi individualisme yang tidak sesuai dengan pandangan agama dan hanya sesuai dengan komunitas tertentu, inilah yang juga menjelaskan metode Barat kurang dapat relevan dengan agama apapun.

8. Nobes (1998) menunjukkan bahwa untuk negara-negara yang memiliki organisasi yang mengandalkan relatif berat pada pasar ekuitas dan bukan dengan sumber pembiayaan lainnya, akan ada kecenderungan yang lebih besar untuk organisasi tersebut untuk membuat pengungkapan informasi publik.

Evaluasi saya atas argumen tersebut adalah dasar argumen tersebut mengatakan bahwa jika dana diberikan oleh orang-orang yang memperoleh ekuitas entitas maka entitas umumnya akan memberikan pengungkapan informasi yang ditujukan untuk pihak pemegang saham perusahaan. Pemegang saham tersebut mengharuskan entitas untuk memenuhi tuntutan informasi mereka melalui pelaporan keuangan. Pemegang saham tersebut merupakan masyarakat umum bukan masyarakat kreditur dan masyarakat lembaga pembiayaan saja sehingga tentu benar jika Negara dengan jenis pembiayaan ekuitas umumnya lebih cenderung membuat pengungkapan informasi ke publik. Tanpa informasi ke publik tersebut maka perusahaan tidak akan mendapatkan tambahan dana untuk pembiayaan usahanya. Pengungkapan informasi akuntansi tersebut pasti berbeda dengan pembiayaan oleh pihak kreditur karena jika pembiayaan oleh pihak kreditur (publik atau private) maka entitas hanya akan menyediakan informasi untuk pihak tersebut saja bukan untuk masyarakat sehingga cenderung lebih kecil untuk pengungkapan informasi publiknya.

9. Pada awal 1990, DSAK AS yang diketuai oleh Dennis Beresford menyatakan bahwa akuntansi AS dan sistem pelaporan dianggap oleh banyak orang sebagai sistem yang paling komprehensif dan canggih di dunia. Evaluasi pernyataan ini. Bagaimana menurut Anda keabsahannya mungkin sudah berubah pasca kegagalan akuntansi di Enron, WorldCom dan Andersen pada tahun 2001/02? Apakah Anda berpikir bahwa sistem AS akan dianggap sebagai canggih dalam semua konteks budaya?

Menurut saya pernyataan bahwa SAK AS dan sistem pelaporannya tersebut sudah komprehensif dan canggih di dunia tidaklah tepat karena standar tersebut telah gagal memberikan pedoman sistem akuntansi yang baik pada perusahaan-perusahaan di negaranya sendiri.

Enron merupakan perusahaan penggabungan antara InterNorth (penyalur gas alam melalui pipa) dengan Houston Natural Gas yang bergerak dalam industri energi kemudian melakukan diversifikasi usaha yang sangat luas bahkan sampai pada bidang yang tidak ada kaitannya dengan industri energi. Kasus Enron mulai terungkap pada bulan Desember tahun 2001 dan berimplikasi sangat luas terhadap pasar keuangan global yang ditandai dengan menurunnya harga saham secara drastis berbagai bursa efek di belahan dunia mulai dari Amerika, Eropa, sampai ke Asia. Dalam kasus Enron diketahui terjadinya perilaku moral hazard diantaranya manipulasi laporan keuangan dengan mencatat keuntungan 600juta USD padahal perusahaan mengalami kerugian. Lalu pada kasus Andersen, jika dilihat dari Agency Theory maka Andersen sebagai KAP telah menciderai kepercayaan dari pihak stock holder atau principal untuk memberikan suatu fairness information mengenai pertanggungjawaban dari pihak agent dalam mengemban amanah dari principal. Hal yang sama terjadi pada kasus Worldcom yang merupakan perusahaan telekomunikasi terbesar nomer 1 di dunia yang mana pada tahun 1998 pendapatan Worldcom menurun drastis sehingga jauh dari yang diharapkan padahal untuk biaya akuisisi dan untuk membiayai investasi infrastruktur Worldcom menggunakan sumber pendanaan dari luar atau utang. Keadaan ini membuat pihak manajemen berusaha melakukan praktek-praktek akuntansi untuk menghindari berita buruk tersebut. Dalam laporannya, Worldcom mengklasifikasikan lebih dari $3,8 milyar untuk beban jaringan sebagai pengeluaran modal. Dengan memindahkan akun beban kepada akun modal, Worldcom mampu menaikkan pendapatan atau labanya yang menipu pihak kreditur dan investor.

Kasus-kasus diatas tersebut membuktikan bahwa SAK AS masih kurang komprehensif dan canggih dalam memberikan pedoman sistem akuntansi yang mampu menghasilkan laporan keuangan yang bertujuan melindungi pihak-pihak pengambil keputusan bisnis. Sehingga ini juga memberikan kesimpulan bahwa sistem akuntansi AS belum mampu menghadapi semua konteks budaya untuk itulah mulai dipikirkan standar akuntansi internasional yang berdasarkan pada principal (not rule) yang tidak mengatur aturan praktik secara khusus.

10. Apakah Anda pikir sangat realistis untuk mengharapkan bahwa suatu hari akan ada standar akuntansi yang sama di dunia internasional? Faktor-faktor apa yang akan bekerja untuk melawan mencapai tujuan ini?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, maka kita harus melihat kembali isi dari Bab 4 tersebut mengenai harapan untuk memiliki sistem standar akuntansi tunggal. Bab tersebut telah menunjukkan bahwa berbagai faktor seperti perbedaan budaya, kepemilikan usaha, sistem pembiayaan, agama, dan sebagainya akan berdampak pada tuntutan informasi dari orang-orang dalam masyarakat tertentu yang berbeda dan tidak mungkin disamaratakan. Itu artinya akan tidak realistis untuk mengharapkan keseragaman dalam persyaratan akuntansi di semua Negara sampai kapanpun kecuali jika terjadi konvergensi dalam budaya. Tetapi jika hal tersebut dilakukan dan direalistiskan maka organisasi yang mendorong harmonisasi dan standardisasi di bidang akuntansi di seluruh dunia dapat dikatakan sebagai organisasi yang tidak menganggap perbedaan dari keanekaragaman budaya, dsb. Ini akan berbahaya pada keberhasilan akuntansi itu sendiri sebagai penyedia informasi bagi pihak berkepentingan perusahaan.

11. Evaluasi bagaimana masuk akal untuk menganggap bahwa masuknya investasi asing ke negara-negara anggota Uni Eropa akan dibatasi jika perusahaan UE yang listing dari tahun 2005 tidak membuat laporan keuangan sesuai dengan IAS / IFRS.

Menurut saya, sangat masuk akal jika regulator UE mensyaratkan perusahaan UE yang listing untuk menggunakan standard IAS/IFRS. Hal ini karena standard tersebut adalah standard berkualitas tinggi yang memang diciptakan untuk memberikan pedoman pelaporan keuangan perusahaan listing di bursa internasional agar laporan keuangannya dapat dibandingkan antara perusahaan di berbagai negara anggota UE. Sebagai contoh ketika perusahaan yang listing di bursa efek UE tidak menerapkan standard IAS/IFRS maka akan berdampak pada usaha mereka untuk memperoleh arus dana masuk investasi karena investor internasional tidak dapat memahami dan membandingkan kinerja bisnis perusahaan tersebut sehingga investor internasional akan cenderung menghentikan investasinya pada perusahaan tersebut.

12. Jelaskan kemungkinan hambatan untuk harmonisasi atau standarisasi akuntansi keuangan di seluruh negara anggota Uni Eropa. Mengingat hambatan-hambatan ini, apakah Anda berpikir bahwa Uni Eropa telah naif dalam merangkul proses harmonisasi?

Hambatannya adalah adanya pihak-pihak penentang Komite Eropa. Pihak-pihak tersebut berpikir bahwa badan seperti IASB mengabaikan kebutuhan yang berbeda dari negara-negara untuk mengadopsi pendekatan akuntansi yang berbeda (karena masalah seperti perbedaan budaya, agama, sistem pembiayaan dan sebagainya) dan mereka percaya bahwa keuntungan yang diperoleh sebagai hasil dari standarisasi terlalu keluar dari batasan kebutuhan mereka. Standar akuntansi internasional tersebut terlalu overloud dan berbau politik menurut mereka. Lalu apakah UE terlalu naïf untuk tetap melaksanakan proses harmonisasi mengingat hambatan-hambatan tersebut? Jawabannya adalah tidak. Hal ini karena upaya harmonisasi merupakan upaya mereduksi perbedaan sistem akuntansi di berbagai negara anggota UE bukan merupakan upaya mengadopsi standard baru dan menghapuskan standard lama sehingga proses harmonisasi IFRS di UE tidak terlalu naïf untuk dilakukan.

13. IASC (1998, hal. 50) menyatakan bahwa “banyak negara berkembang dan negara industri baru menggunakan Standar Akuntansi Internasional sebagai persyaratan nasional mereka, atau sebagai dasar untuk kebutuhan nasional mereka. Negara-negara ini memiliki kebutuhan yang berkembang untuk informasi keuangan yang relevan dan dapat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan baik pengguna domestik dan internasional penyedia modal yang mereka butuhkan”. Apakah Anda berpikir bahwa IAS / IFRS akan memberikan informasi yang relevan dan handal yang memenuhi kebutuhan semua pengguna laporan keuangan di semua negara?

Ya IAS dan IFRS dapat memberikan informasi yang relevan dan handal dalam memenuhi kebutuhan penggunanya di berbagai Negara karena IAS dan IFRS tidak mengatur mengenai hal-hal khusus praktik akuntansi yang mungkin berbeda di berbagai Negara. IAS dan IFRS didasarkan pada prinsip-prinsip sistem akuntansi umum di berbagai Negara yang tidak seperti sistem akuntansi barat (AS). Selain itu, adanya kualitas tertentu dan reputasi yang melekat pada standar akuntansi yang dikembangkan oleh IASB juga menambah keyakinan saya bahwa informasi yang relevan dan handal dapat diupayakan. IAS / IFRS juga dikembangkan melalui proses yang logis dan ketat yang melibatkan banyak ahli yang berpengetahuan dan tingkat tinggi dalam penelitiannya sehingga standard-standar yang tidak handal penggunaannya dapat direduksi. Negara-negara yang mengadopsi IFRS berarti mengadopsi standar kualitas tinggi yang membutuhkan persepsi praktik akuntansi yang berkualitas tinggi pula.

CHAPTER 6

1. Apakah itu kerangka kerja konseptual akuntansi?

Menurut Pernyataan Konsep Akuntansi Keuangan No 1: Tujuan Pelaporan Keuangan oleh Usaha Bisnis 1978, kerangka kerja konseptual akuntansi adalah sebuah sistem yang koheren yang memiliki tujuan yang saling terkait dan menjadi fundamental sehingga diharapkan dapat mengarahkan pada standar yang konsisten. Sehingga dapat dijelaskan bahwa kerangka kerja konseptual akuntansi adalah sebuah konsep yang mendasari pelaporan keuangan. Kerangka tersebut merupakan sistem yang saling menghubungkan konsep yang mengalir dari sebuah tujuan pelaporan keuangan seperti mengidentifikasi batas-batas pelaporan keuangan, memilih transaksi, peristiwa, bagaimana itu seharusnya diakui dan diukur, dan bagaimana itu seharusnya disimpulkan dan dilaporkan.

2. Apakah kerangka kerja konseptual dibutuhkan? Alasan dan jelaskan.

Ya, kerangka kerja konseptual memang dibutuhkan untuk menjadi kerangka dasar berpikir akuntansi dalam melakukan sistem pelaporan keuangan yang sangat kompleks. Berikut uraian mengapa kita butuh kerangka kerja konseptual akuntansi:

a. Pembuatan standar seharusnya berlandasan dan berhubungan pada sebuah pendirian serangkaian konsep dan tujuan

b. Memungkinkan dewan standar untuk mengeluarkan pernyataan yang lebih berguna dan konsisten dari waktu ke waktu serta menghasilkan suatu standar yang saling berhubungan.

c. Tanpa kerangka standar yang jelas ini maka setiap orang akan membangun konsep individu yang berbeda-beda.

d. Kerangka kerja mampu meningkatkan kemampuan memahami dan kepercayaan pengguna laporan keuangan terhadap laporan keuangan

e. Meningkatkan kemampuan membandingkan laporan keuangan perusahaan

f. Akuntan mampu memecahkan secara cepat pratik permasalahan yang baru dan mendadak dengan mengacu pada kerangka kerja sebagai teori dasarnya

g. Untuk mengembangkan budaya pelaporan keuangan secara logis dan konsisten sehingga dapat mengatasi masalah-masalah

h. Para pendukungnya berpendapat bahwa tanpa kesepakatan mengenai isu-isu maka standar akuntansi akan dikembangkan secara ad hoc oleh setiap akuntan

i. Akhirnya akan terbatas konsistensi antara standar akuntansi dengan tidak adanya kerangka konseptual

3. Apakah keuntungan yang dimajukan oleh dewan standar untuk mendukung pengembangan kerangka kerja konseptual? Apakah anda setuju praktik menguntungkan akan dicapai?

Berikut adalah keuntungan yang dimajukan dari kerangka kerja konseptual oleh dewan standar:

· Standar akuntansi menjadi lebih konsisten dan logis

· Peningkatan internasional kompatibilitas standar akuntansi dapat dicapai

· Standar-setter menjadi lebih bertanggung jawab atas keputusan mereka

· Komunikasi antara standar-setter dan konstituen mereka dapat ditingkatkan

· Pengembangan standar akuntansi dapat lebih ekonomis

· Dengan adanya kerangka kerja konseptual mencakup isu tertentu maka dapat mengurangi kemungkinan kebutuhan akan standar tambahan

· Menekankan pada peran decision usefulness dari laporan keuangan bukan membatasi perhatian untuk kepedulian asosiasi terhadap pelayanannya

Ya sangat mungkin bahwa praktik menguntungkan akan dapat dicapai tetapi hal-hal seperti semua aktivitas, bagian-bagian yang kurang, proses lobi dan tindakan politik akan menjadi hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam pengembangan proyek kerangka kerja konseptual akuntansi.

4. Dengan dasar kerangka kerja konseptual tepatnya kriteria kualitatif termasuk didalamnya netralitas dan representational faithfulness maka saya mempercayai bahwa laporan keuangan akan menjadi real, netral dan representational faithful. Mengapa? Alasannya adalah dengan mengutamakan karakteristik kualitatif maka informasi keuangan perusahaan akan diupayakan untuk menjadi informasi yang berguna bagi pengambilan keputusan umum. Itu artinya bahwa angka dan deskripsi pada laporan keuangan harus real sesuai dengan kondisi yang benar-benar terjadi. Keharusan tersebut dikarenakan pengguna laporan keuangan tidak memiliki waktu dan keahlian untuk mengevaluasi isi faktual dari informasi. Kenetralan dimana perusahaan tidak boleh memilih-milih informasi yang mengedepankan salah satu pihak berkepentingan bertujuan agar informasi tidak bias dan tetap lengkap dilaporkan. Dan yang terakhir saya mempercayai bahwa laporan keuangan akan bebas dari kesalahan melalui adanya kriteria kualitatif tersebut sehingga laporan menjadi real, netral dan faithfulness representative. Meskipun begitu perlu diketahui pula bahwa dalam langkah pelaporan keuangan juga melibatkan perkiraan dari berbagai jenis keputusan penilaian manajemen.

5. Dua karakteritik kualitatif utama adalah bahwa laporan keuangan seharusnya relevan dan reliability. Manakah yang lebih penting atau mereka sama-sama penting?

Sebelum menjawab tersebut maka kita harus mengetahui bahwa yang dimaksud relevan adalah hal-hal terkait dengan nilai prediktif dan nilai konfirmasi. Artinya informasi keuangan mempunyai nilai prediktif jika mampu memberikan prediksi berkaitan dengan posisi investor dalam membentuk ekspetasi mereka tentang masa depan perusahaan. Dan konfirmasi artinya membantu pengguna mengkonfirmasi atau mengkoreksi harapan sebelumnya tentang kemampuan perusahaan. Lalu yang dimaksud dengan realibitas adalah sejauh mana pelaporan keuangan itu handal menunjukkan kondisi sebenarnya. Informasi dianggap dapat diandalkan jika itu dengan setia mewakili transaksi entitas dan peristiwa yang harus bebas dari bias dan kesalahan yang tidak semestinya. Keduanya adalah sama-sama penting, kehandalan akan sangat berhubungan dengan kondisi perusahaan saat ini dan relevansi akan sangat berhubungan dengan kondisi perusahaan di masa yang akan datang sehingga keduanya akan sama sangat penting dalam kualitas infomasi keuangan.

6. Apakah tujuan yang tepat dari tujuan pelaporan keuangan bertujuan umum (GPFR)? Manakah yang menunjukkan cakupan dalam kerangka kerja konseptual?

Tujuan dari GPFR ada dua yaitu tujuan tradisional yaitu untuk memungkinkan orang luar dalam menilai pengelolaan manajemen dan tujuan umum akhir dari pelaporan keuangan yang adalah untuk membantu pengambilan keputusan ekonomi pengguna laporan. Kedua tujuan tersebut sangat mungkin dan tepat menurut kerangka kerja konseptual. Berdasarkan SAC nomer 2 dapat disimpulkan bahwa tujuan GPFR yang mencakup dalam kerangka kerja konseptual adalah untuk memberikan informasi kepada pengguna yang berguna untuk membuat dan mengevaluasi keputusan mengenai alokasi sumber daya yang langka.

7. Manakah grup di dalam masyarakat yang diuntungkan dari pengembangan kerangka kerja konseptual akuntansi?

Menurut perspektif kerangka IASB pihak yang diuntungkan dari hal tersebut adalah investor, karyawan, pemberi pinjaman, pemasok, pelanggan, pemerintah, lembaga dan masyarakat. Menurut perspektif AS dalam SFAC 1, fokus utamanya adalah investor sekarang dan potensial dan pengguna lain yang memiliki kepentingan keuangan terkait. Menurut perspektif Inggris pihak yang diuntungkan adalah semua kelompok yang terkena dampak operasi organisasi yang memiliki hak untuk informasi mengenai entitas pelaporan yang tidak selalu berhubungan dengan keputusan alokasi sumber daya.

8. Akankah kamu menganggap kerangka kerja konseptual mensukseskan pencapaian tujuan mereka? Mengapa?

Ya, kerangka kerja konseptual akan mampu membantu entitas dalam menghasilkan laporan keuangan yang berkualitas tinggi. Ada 3 bagian dari kerangka konseptual pelaporan keuangan yang mampu mensukseskan pencapaian tujuan entitas. Bagian pertama, menjelaskan tentang tujuan dari pelaporan keuangan yang secara lengkap tertera pada Statement of Financial Accounting Concepts No.1-Objectives of Financial Reporting by Business Enterprises (SFAC No.1). Bagian kedua menekankan pada karakteristik dalam pelaporan keuangan yang dijelaskan pada SFAC No.2 Qualitative Characteristics of Accounting Information, dan elemen dalam laporan keuangan yang dijelaskan pada SFAC No.6 Elements of Financial Statement. Bagian yang ketiga adalah menjelaskan tentang asumsi-asumsi yang mendasari pelaporan keuangan, prinsip-prinsip dalam pelaporan keuangan dan kendala-kendala yang ada pada SFAC No.2 dan SFAC No.7 Using Cash Flow Information and Present Value in Accounting Measurements. Apabila ketiga bagian itu dilaksanakan maka tentu informasi keuangan yang dihasilkan entitas akan membantu mensukseskan pencapaian tujuan mereka.

9. Kerangka kerja konseptual menyediakan persepsi dalam hubungan dengan permasalahan pengukuran, mengapa kamu berpikir ini adalah kasus?

Karena persepsi yang diberikan oleh kerangka kerja konseptual sangat terbatas dalam hubungan dengan pengukuran. Contohnya aset dan liabilitas seringkali diukur pada variasi yang berbeda yang mungkin berdampak langsung pada implikasi pelaporan laba. Ini akan menjadi kasus sendiri bagi suatu perusahaan dalam tujuannya memberikan informasi yang berguna bagi pengambilan keputusan pihak berkepentingan. Contoh kasusnya sebagai berikut menurut IASB terdapat dua prinsip pengukuran yaitu cost principle yang mensyaratkan perusahaan untuk melaporkan semua aset dan kewajibannya atas dasar harga perolehan dan fair value principle yang menggunakan nilai wajar untuk menilai jumlah suatu aset dan kewajiban. Informasi nilai wajar mungkin lebih berguna daripada biaya historis untuk beberapa jenis aset dan kewajiban dalam industri tertentu. Maka dari itu, IASB memberikan perusahaan pilihan tetapi pilihan tersebut menjadi masalah yaitu di satu pihak dewan menganggap nilai wajar lebih relevan dari biaya historis karena menunjukkan nilai tunai setara saat ini dari instrumen keuangan perusahaan dan di pihak yang lain prinsip biaya historis terus menjadi dasar penting untuk pencatatan dan pelaporan sehingga hal tersebut akan menjadi masalah ketika nilai wajar aset juga terus berubah.

10. Hines (1989, hal 89) berpendapat bahwa kerangka kerja konseptual adalah manuver strategis untuk menyediakan legitimasi dewan standar dalam menghadapi ancaman intervensi pemerintah.

Dasar dari argumennya adalah bahwa kerangka kerja konseptual mengutamakan kualitas tertentu yang dianggap sebagai pusat untuk profesi yang sah. Kualitas tersebut termasuk objektivitas, netralitas, faithful representation, dan kehandalan. Kehilangan dari adanya badan formal berpengetahuan dapat merusak integritas profesi. Jika sekelompok profesional yang berusaha untuk mengatur diri sendiri dapat menunjukkan bahwa mereka dapat bertindak maka hal tersebu dapat menjadi pertahanan terhadap intervensi luar. Kaitannya dengan sejarah adalah tidak ada sejarah kerangka kerja konseptual yang menyediakan dukungan penuh untuk perspektif Hines. Kasus Canadian Institute of Chartered Accountants yang bekerja pada tahun 1980 dan 1986 adalah kasus untuk mendukung pandangan bahwa pekerjaan hanya dimulai ketika badan berada di bawah ancaman. Fakta bahwa dewan standar juga tidak memberikan bimbingan definitif dalam kaitannya dengan masalah pengukuran juga bisa memberikan dukungan untuk posisi Hines. Jika dewan standar mengharuskan salah satu metode dalam preferensinya maka dapat dibayangkan hal tersebut akan mendapatkan kritik dari banyak anggota masyarakat yang mungkin melemahkan posisi dewan standar itu sendiri nantinya.

11. Laporan perusahaan menurut UK adalah diutamakan untuk hak publik dalam mendapatkan informasi. Bagaimana ini berbeda dari perspektif yang diadopsi oleh kerangka kerja konseptual lainnya?

Pemikiran di UK tersebut berawal dari identifikasi pengguna dan tujuan dari disediakan laporan keuangan oleh perusahaan. Laporan keuangan disediakan sebagai bentuk kepedulian dalam menangani hak-hak masyarakat untuk akses mereka terhadap informasi keuangan yang mana awalnya isi umumnya tidak diterima oleh profesi akuntansi. Kerangka konseptual di AS dan Australia hanya berfokus pada kepentingan pihak investor yang berhubungan langsung dengan perusahaan tetapi menurut UK, semua kelompok yang terkena dampak operasi organisasi memiliki hak untuk informasi mengenai entitas pelaporan sehingga inilah menjadi perspektif utama tercetus kerangka kerja IASB.

12. Hines (1991) menyatakan bahwa dalam mengkomunikasikan realitas, akuntan secara simultan menciptakan realitas.

Yang dimaksud dari pernyataan tersebut adalah ketika akuntan membuat laporan keuangan maka laporan keuangan tersebut didasarkan pada proses pelaporan kejadian nyata dalam proses bisnis entitas. Akuntan diharapkan dapat mengkomunikasikan hal yang realitas dalam bisnis secara simultan secara tidak langsung melalui laporan keuangan.

13. Dalam bab ini telah didiskusikan bahwa bagaimana dewan standar menemukan kesulitan untuk mendapatkan dukungan dalam pengembangan praktik yang telah ada. Mengapa ini menjadi masalah dan bagaimana anda berpikir bahwa kekurangan dari dukungan akan berpengaruh dalam adopsi strategi oleh dewan standar akuntansi?

Hal tersebut menjadi masalah dikarenakan tanpa dukungan dari masyarakat pengguna dan akuntan maka kerangka kerja konseptual yang dibuat akan menjadi kerangka kerja yang cenderung untuk kegunaan pihak-pihak yang ikut terlibat dalam penyusunannya saja. Keuntungan yang dihasilkan dari standar juga menjadi tidak maksimal. Akhirnya hal tersebut berpengaruh dalam pengambilan keputusan dewan standar dimana mereka perlu mengikuti apa yang didukung oleh praktik pada umumnya agar dewan standar tidak mendapatkan permasalahan pada badannya. Karena menurut Horngren (1981) sejalan dengan argument dari Hines adalah lebih penting bagi kelangsungan hidup suatu badan untuk menetapkan standar yang dapat menyelesaikan konflik pendapat daripada menciptakan konflik pendapat lainnya. Ketika dewan standar menciptakan standar yang tidak didukung oleh umum maka kemungkinan intervensi pemerintah atas standar akan semakin besar.

Tidak ada komentar: